''CNC'' si cerdas dengan ketelitian tinggi

Kamis. 7 Juli 2016

Dewasa ini CNC (Computer Numerical Control) telah menjadi tulang punggung di dunia industri. Aplikasi mesin ini pada dunia industri terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu mesin perkakas : bubut (lathe/turning),  frais (milling), drilling, dan pengerjaan logam lainnya. Dan non-mesin perkakas : perakitan, penggambaran, inspeksi

CNC digunakan secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan produk. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/1000 mm lebih teliti dibanding mesin perkakas konvensional, pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat.

Mesin CNC merupakan salah satu jenis dari sekian banyak mesin NC (numerical Control), yaitu mesin yang dikendalikan secara numerik. The Electronics Industry Association (EIA) mendefinisikan NC sebagai "Sebuah sistem dimana gerakan-gerakan mesin di kontrol dengan cara memasukkan langsung data numerik di beberapa titik". Masih ada jenis mesin NC lain, yaitu mesin DNC (Direct Numerical Control) dan ANC (Adaptive numerical Control).

Pada dasarnya, konstruksi dari sebuah mesin CNC terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian sistem pengendali dan bagian mesin perkakas. Pada bagian pengendali, berisi sistem-sistem yang dipergunakan untuk mengendalikan gerakan mesin perkakas (gerakan alat potong). Adapun pada bagian mesin perkakas berisi bagian-bagian mekanik yang bergerak dimana perkakas potong terpasang.

Prinsip langkah kerja mesin CNC

Pemrograman konvensional merupakan metode paling sederhana dalam mengatur mesin CNC. Ketika menuliskan bahasa pemrograman, kita hanya memasukkan parameter yang sesuai degan setiap siklus pemesinan. Cukup dengan menentukan koordinat awalan dan mengatur pergerakan melalui koding yang sesuai dengan manual pada mesin CNC.

Pemrograman CAM. Pengguna harus menggambar model secara 3 dimensi terlebih dahulu, kemudian mengimport data menuju program CAM yang terhubung dengan mesin CNC. Setelah itu baru mendefinikan setiap bagian pada part sehingga dapat terbaca oleh mesin CNC dan dilanjutkan dengan proses pemesinan.

Metode pemrograman dalam mesin CNC ada dua, yaitu :

Metode Incremental, suatu metode pemrograman dimana titik referensinya selalu berubah, yaitu titik terakhir yang dituju menjadi titik referensi baru untuk ukuran berikutnya.

Metode Absolut, suatu metode pemrograman di mana titik referensinya selalu tetap yaitu satu titik / tempat dijadikan referensi untuk semua ukuran.

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga