Mengenal Cara Kerja Electric Arc Furnace (EAF)

Senin, 19 Oktober 2015

Electric Arc Furnace (EAF) merupakan suatu alat untuk melebur baja, dengan menggunakan elektroda bentuk EAF seperti cangkir raksasa yang dilengkapi 3 buah elektroda. Cara kerja EAF, sama seperti pada las listrik, di mana elektroda tersebut diberikan arus listrik yang akan mengeluarkan percikan bunga api.


Temperatur yang dibutuhkan untuk melebur baja sekitar 1.600 - 1.650 oC dan membutuhkan energi listrik sebesar 85.000 - 100.000 kWh. Daya yang diperlukan oleh furnace untuk melakukan satu kali heat (pemanasan) adalah sekitar 670 kWh/ton dengan power factor sebesar 0,7.


Sebelum melakukan pemanasan/peleburan, mula-mula furnace diberi kapur bakar, kemudian scrap, dan terkahir besi spon (DRI), jumlah scrap dalam satu kali heat sekitar 15 – 20 % dan DRI 80 – 85 %. Pemanasan ini berlangsung ± 90 menit.


EAF  terdiri dari bagian utama yaitu


Badan Furnace

Furnace Shell, bagian terluar dari furnace yang dibuat dengan cara pengelasan (Welding) atau dengan pembentukan pelat baja sehingga memiliki bentuk seperti silinder.


Slag Door, tempat keluarnya slag ( kotoran besi yang terapung dipermukaan baja cair) yang kemudian di tampung di slag pot.


Tap Hole, tempat keluarnya baja cair hasil dari peleburan yang melalui saluran penuangan (tapping spout)


Roof atau penutup bagian atas furnace ini berbentuk sepeerti kubah, bertujuan sebagai pengisolasi panas agar panas tersebut tidak keluar, dan juga supaya debu yang dihasilkan dari proses peleburan ini tidak keluar, karena debu mudah terisap oleh lubang dedusting, sehingga debu tidak bertebaran di udara.


Elektroda Karbon dan Penyangga Elektroda.

Proses Electric Arc Furnace :


Kapur bakar dimasukkan ke dalam Furnace.


Kemudian dimasukkan Scrap sebanyak 15-20% dari total bahan yang akan dilebur.


Dan masukkan Direct Reduction Iron (DRI) sebanyak 80-85% dari total bahan yang akan dilebur.


Roof ditutup


Elektroda diturunkan hingga mendekati bahan yang akan dilebur (Scrap dan DRI)


Listrik dialirkan pada tap yang paling rendah.


Muncul bunga api listrik dan panas.


Tap dinaikkan setahap demi setahap.


Seluruh baja akan mencair bersamaan waktunya dengan saat tap yang paling tinggi

 

 

Baja cair hasil peleburan tersebut siap untuk dibentuk. 

Sumber Berita :
Tabloid Steel Indonesia

Komentar Anda :

Share :

Baca Juga